MTsN2Alor (News) – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Alor secara konsisten menerapkan program pembiasaan spiritual melalui kegiatan salat Dhuha berjamaah setiap pagi sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai. Rutinitas yang dilaksanakan tepat pada pukul 06.45 hingga 07.15 WITA ini berpusat di mushalla madrasah dan diikuti secara penuh oleh seluruh peserta didik. Langkah strategis ini menjadi instrumen utama madrasah dalam menyelaraskan pembentukan karakter spiritual dan kesiapan mental siswa sebelum menyerap ilmu pengetahuan.
Pelaksanaan ibadah sunah di pagi hari tersebut berlangsung dengan tertib dan khusyuk di bawah panduan langsung dari dua tenaga pendidik, yakni Sunanti Alor dan Muhammad Kasim Goro. Kehadiran para guru pendamping secara melekat ini tidak sekadar untuk mengawasi ketertiban barisan, melainkan untuk memberikan keteladanan langsung bagi para siswa agar senantiasa mendisiplinkan diri menghadap Sang Pencipta pada awal hari.
Seusai pelaksanaan salat Dhuha, agenda pagi tidak langsung dibubarkan, melainkan dilanjutkan dengan sesi pembinaan karakter yang dipimpin oleh Muhammad Kasim Goro. Dalam arahannya, ia memberikan penekanan mendalam mengenai esensi niat ibadah yang harus menyertai setiap proses menuntut ilmu. Ia memaparkan pandangan bahwa ruang lingkup ibadah sangatlah luas; tidak terbatas pada ritual salat atau tadarus Al-Qur'an, melainkan keseriusan, fokus, dan sikap pantang menyerah siswa saat mengikuti pelajaran di dalam kelas juga dicatat sebagai ibadah bernilai pahala.
Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan MTsN 2 Alor, Abduh Rahim K. Hobol, menaruh harapan besar terhadap dampak jangka panjang dari program pembiasaan ini. Ia menilai rutinitas pagi ini adalah kunci untuk mencetak generasi yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang stabil. "Kami berharap pembiasaan ini tidak hanya menjadi rutinitas wajib, tetapi mendarah daging menjadi kebutuhan siswa. Ketika hati mereka sudah tenang karena ibadah, maka penyerapan materi di kelas akan jauh lebih optimal dan berkah," tegasnya.
Melalui integrasi antara pembiasaan religius dan kedisiplinan akademik ini, MTsN 2 Alor terus mengukuhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkualitas. Pihak madrasah meyakini bahwa penanaman kesadaran spiritual yang dilakukan secara berulang dan konsisten akan menciptakan iklim belajar yang positif, sekaligus melahirkan lulusan yang tidak hanya tajam secara intelektual, tetapi juga teguh memegang nilai-nilai agama.
Pewarta & Fotografer: kPostMan



0 Komentar